Sabtu, 24 Januari 2015

JAUH DARI CUKUP, totem


*harus ada berita yang pasti
   *cahaya dari ateisme

     Aku kembali mengagumi masa lalu, yang memang pantas untuk dikagumi. seperti masa depan juga, atau masa kini ruang di mana banyak hal di depan kita adalah misteri. seolah-olah kita tahu, pada kenyataannya segalanya samar-samar belaka. kemarin aku melihat ia yang sudah di dalam lama, dan ia mengerti siapa, tapi kita tidak tahu siapa itu. begitulah di luar apa yang kita alami secara langsung, kita tidak tahu. masa lalu yang bergerak puluhan miliar tahun ke bekalang. atau masa depan yang dikatakan kira-kira lima milar tahun lagi karena begitulah usia matahari, kata ilmu ilmu itu. menggigil 7 agama atau 7 pengetahuan atau 7 teori agama di rentang ruang yang panjangnya tak terkira-kira itu. asal usul tak bisa dihentikan hanya sekedar fakta orang menjadikan totem jadi simbol dalam hidup mereka. atau jenis dan bentuk serta fungsi dewa-dewa, yang hanya hayalan saja.



    Pikiran-pikiran itu menarik, merangsang, dan sebagian besar darinya secara bahasa indah, ini harus kita akui. Bahwa manusia berpikir dan apa yang ia pikirkan adalah dirinya, manusia, yang diletakkan kepada dunia sebesar-besar ini. Tapi apakah kita cukup puas dengan hanya indah saja terutama pada bahasa, yang mewakili keindahan jiwa manusia yang berpikir. Maka nyata bahwa keindahan bukanlah sebuah kebenaran, yang pasti juga indah, karena kebenaran itu adalah bagian dari pikiran yang masuk di akal. Dunia yang tak bisa dijelaskan oleh hanya semata akal, kini terjelaskan dengan baik dan kebaiakan inilah keindahan sekaligus kebenaran. apakah ia juga kepastian? O betapa mendebarkan manusia dengan dunianya ini.

     2. Bahwa kita tidak tahu, itulah soalnya, bahwa otak sejenius apa pun tidak akan bisa menduganya, itulah soalnya. Untung Ia bermurah hati sehingga orang-orang yahudi dapat kitab daud dan musa, orang orang kristen dapat kitab isa, dan orang orang islam dapat kitab muhammad. Kitab-kitab adik kakak yang turun dari langit, saling seolah model mobil: menyempurnakan apa yang belum sempat terpasang. Dalam konteks fungsi juga. Hendak ke mana mobil mobil kecepatannya 400 km perjam kalau jalanan di masa lalu masih tanah dan batu. Nah kemajuan, pun kemajuan kitab kitab itu, mengikuti kemajuan manusia juga dengan hidupnya. Budha juga seorang yang saleh dan penuh perenungan dengan hidup: ia mengajarkan kebaikan. jadi kitab kitab bumi juga penuh kesalehan walau ia tak bisa menebak awal dan akhir dunia seperti apa. Semua orang orang itu berguna untuk kehidupan dan bahkan termasuk dari lapisan lapisan misterius kehidupan ini.

     3. Orang-orang ateis berpikir dari kiri dan banyak yang mereka capai dengan kebebasannya dalam cara kita menghayati dunia. Sambil menciptakan celah juga, celah ragu untuk kelak ke tengah lagi: makin yakin bahwa kita tidak tahu dan karena itu makin bertambah kebutuhan kitab kitab yang jelas dan lengkap tentang kehidupan yang memang menggoda ini. ateisme, ateistik, tak pelak lagi bagian dari maha misteriNya dalam dunia juga. Segalanya bergantung kepada kita bagaimana mendulang cahaya yang kehitam-hitaman dari kiri ini. Selalu ada gunanya dan selalu kita berpegang kepadaNya; tak kuciptakan suatu yang sia sia dalam segenap ciptaanku ini. perih tapi itulah kata kataNya sendiri. apakah kita hendak menampiknya dengan jalan hanya memeluk hal hal yang menyenangkan hati dari kitab kitabnya? selalu terpulang ke jiwa lapisan kita sendiri, sejauh mana dan sedalam mana kita kuasa meraih lapisan lapisan dari kenyataan yang penuh pintu, lorongnya panjang panjang, gelap sampai ke ujung sebelum cahaya datang.

      4. Dengan segala nalar ini, kini kita jadi makin menghayati betapa kata "aku tidak tahu" dalam bentuk seseorang yang sedang kematian ibu, walau ia diproduksikan hanya dalam novel, oleh orang yang mengaku dirinya tidak pula berTuhan, itu menjadi bahasa dengan kalimat penuh kecahayaan. Cahaya kehitaman dari kiri sebelum ia kelak disublimasikan dengan segenap data ada, sehingga uap kehitamannya menjadi keputihan. kita bertemu cahaya justru di lorong jiwa yang paling gelap, itulah massagenya, pesan yang disembunyikan olehNya lewat setiap ciptaannya. termasuk, ciptaanNya dalam bahasa - bahasa novel lagi. Bahwa ibu itu kuasiNya, seolah-olah Ia dari sudut fungsi kelahiran, atau keberadaan, suatu ciptaan. dan akan semua itu si ateis itu berkata: aku tidak tahu, kapan ibuku itu meninggal dunia. ada pesan halus di sini yang telah begitu jauh meninggalkan penandanya.

0 komentar:

Posting Komentar