Minggu, 25 Januari 2015

"Ada-Arbitrer"


   Seandainya ada yang memiliki sifat acak ini kita letakkan pada kata "kesunyian", setiap kehadiran ada adalah kehadiran sunyi pada dirinya. Sunyi yang bisa kita tempatkan mula-mula, kita tidak mengerti adanya perbedaan bahasa. Maka, "water" adalah kesunyian bagi mereka yang mengenalnya sebagai "air", tapi justru "air" yang kini berada dalam sunyi bagi pengguna bahasa yang menyebut "air", sebagai "water". 




  Jadi, ada sifat ketidakmengertian, pada kata "sunyi". Ia membisu untuk pengertian, senyap.

   Akibat "acak" ini rupanya tidak main-main, karena ia mengandung "serba-kebetulan", menihilkan penciptaan awal, ada begitu saja. Andai ia kita proyeksikan ke keberadaan universe, maka arbitrer ini menjadi "alam semesta yang ada begitu saja", kebetulan ada, atau di acak itu, kesepakatan kita saja menyebut water dan air.

   Begitu juga dengan alam semesta, ia ada dan keberadaannya secara acak, kesepakatan kita saja ia kita sebut universe.

   Tapi seperti adanya relasi bahasa itu, yang acak, meniscayakan adanya sesuatu yang diacaknya. Adalah dunia tempat ia memunculkan dirinya. Tanpa dunia ini, tidak ada yang bisa diacak oleh para pemakai bahasa. Kesadaran jadi gagu karena tidak ada yang harus ia sadari, tidak ada lewat kesadarannya, bunyi dan pengertian. Bunyi jadi nol, pengertian jadi nol. Bahasa kandas, karena kata tak memiliki objek untuk ia tunjuk.

   Bisa kita sebutkan inilah kelemahan teori arbitrer Saussure, saat ia mengisolasi linguistiknya jadi sinkronis.

  Penggalan dari sebuah novel ini, dapat juga kita jadikan titik untuk mengalami "kesunyian" yang rupanya sangat kuasa membelah dirinya itu. Kesunyian kini jadi kesedihan, seperti yang ditunjukkan oleh Virginia woolf ini.

   "Tidak pernah ada orang yang tampak begitu sedih. Pahit dan hitam, setengah tenggelam, dalam kegelapan, dalam terowongan yang menyusur dari cahaya matahari ke pedalaman, mungkin setetes air mata terbentuk, setetes air mata terjatuh, air yang menerimanya bergoyang sedikit ke sana-sini, dan menjadi tenang. Tidak pernah ada orang yang tampak begitu sedih."

0 komentar:

Posting Komentar